Cara Menanam Porang yang Benar
Tabikpun.id - Bagaimana Cara Menanam Porang yang Benar tentunya perlu kita pahami terlebih dahulu sebelum lebih jauh bertani porang.
Porang atau Tanaman iles-iles dapat berkembang biak secara generatif, yaitu dengan biji ataupun menggunakan umbi bibit atau batang. Penanaman dengan biji jarang dilakukan karena harus menunggu lama hingga iles-iles berbunga.
A. Syarat Budidaya Tanaman Porang
Sebelum menanam ada 3 hal yang harus menjadi perhatian seperti berikut.
1.Tanah: Kriteria tanah untuk menanam porang haruslah gembur, tidak terlalu basah dengan kadar pH tanah berkisar 6 hingga 7. Struktur tanah merupakan pencampuran dengan tanah liat berpasir serta terbebas dari gulma.
2. Iklim: Iklim yang cocok untuk menanam porang adalah dataran tinggi dengan ketinggian 100 hingga 600 mdpl, dengan kebutuhan cahaya matahari yang cukup.
3. Lingkungan: Tanaman porang membutuhkan tanaman lain untuk tumbuh yakni inang atau tempat tanaman porang bernaung. Jenis tanaman yang baik menaungi tanaman porang adalah pisang, jahe, pinang, mahoni, jati, dan sonokeling.
B. Tahapan Menanam Porang
Setelah mengetahui syarat budidaya porang, berikut tahapan menanam porang:
1. Bersihkan lahan
Keberadaan gulma di lahan akan mengganggu pertumbuhan tanaman porang. Anda bisa menimbun rumput yang tercabut hingga membusuk di dalam tanah untuk dimanfaatkan sebagai pupuk alami.
2. Waktu Penanaman
Ada dua musim waktu yang tepat menanam porang. Jika menggunakan biji, musim hujan mulai Oktober hingga Desember adalah waktu terbaik untuk menanam porang.
Untuk menanamnya, anda harus terlebih dahulu melakukan pembibitan dengan menanam biji dalam polybag.
Jika pembibitan selain biji, maka musim kemarau adalah waktu terbaik untuk cara menanam porang dari katak. Anda tidak memerlukan polybag jika menanam menggunakan umbi atau katak.
3. Jarak Tanam
Terdapat perbedaan jarak tanam pada jenis bibit porang. Jarak tanam ini akan berpengaruh pada waktu panen.
Jika menanam menggunakan jenis bibit katak maka jarak tanam yang ideal berkisar 35 hingga 80 cm, sedangkan untuk jenis umbi berkisar 35 hingga 90 cm.
Namun jarak tanam ini bisa diperlebar sesuai keinginan apabila jenis umbi yang ditanam berukuran cukup besar.
Penambahan atau perlebaran jarak akan semakin memudahkan proses panen serta membuat tanaman porang berbuah lebih banyak.
4. Cara menanam porang
Sebelum menanam, siapkan lahan bertanam porang terlebih dahulu. Berikut langkah-langkah mempersiapkan lahan tanam untuk porang:
- Siapkan ajir atau batang bambu untuk menegakkan tanaman
- Buat jarak antar ajir 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak
- Setelahnya buat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm. Namun Anda dapat menyesuaikannya dengan ukuran bibit yang dipakai
- Masukkan bibit porong ke dalam lubang tanam dengan letak bakal tunas menghadap atas
- Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm
Sebagai catatan, apabila menggunakan biji jenis katak maka mata tunas jangan dibalik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan pastikan menutup lubang dengan rata.
Jika menggunakan bibit umbi, Anda tidak perlu terlalu memedulikan peletakan bakal tunas menghadap atas atau bawah.
Pemberian pupuk dasar dilakukan sebelum umbi ditanam dengan menggunakan pupuk bokashi yang dicampur dengan top soil sebanyak setengah kilo per lubang. Sedangkan untuk bibit katak, pupuk bokashi dicampur pada tanah sekitar ajir.
Postingan Lebih Baru
Postingan Lebih Baru
Postingan Lama
Postingan Lama

Komentar